Jumat, 19 Oktober 2018

TUGAS MANDIRI TOPOLOGI JARINGAN

Nama : Zaini Juliansyah NIM : 12163534 Kelas : 12.5G.30 Mata Kuliah : Jaringan Komputer TOPOLOGI JARINGAN 1. Topologi Ring Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung. Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya “satu arah”. Kelebihan Topologi Ring : Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus. Mudah diimplementasikan. Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah. Biaya instalasi cukup murah Kekurangan Topologi Ring : Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node. Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit. Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus. Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data). 2. Topologi Bus Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut. Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm). Kelebihan Topologi Bus : Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel. Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah. Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan Kekurangan Topologi Bus : Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain. Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini. Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan. 3. Topologi Star Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain. Kelebihan Topologi Star • Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain. • Bersifat fleksibel • Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus. • Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan. Kekurangan Topologi Star • Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah. • Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal. Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat. 4. Topologi Mesh Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah. Kelebihan Topologi Mesh : • Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision). • Besar bandwidth yang cukup lebar. • Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik. Kekurangan Topologi Mesh : • Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit. • Membutuhkan banyak kabel. • Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel. 5. Topologi Tree Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda. Kelebihan Topologi Tree • Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah. • Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi. Kekurangan Topologi Tree • Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah • Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat. • Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini. 6. Topologi Hybrid Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda. Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid. Kelebihan Topologi Hybrid • Freksibel • Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah. Kekurangan Topologi Hybrid • Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit. • Biaya pembangunan pada topologi ini juga terbilang mahal. • Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit, karena terdapat topologi yang berbeda-beda.